Lahir pada 10 rajab 1344/24 januari 1926 di Jember
Wafat pada 23 januari 1991.Dimakamkan di Mojo, Kediri
Menempati kamar khusus di Pesantren Tebuireng yang di dalamnya berkumpul putra-putri kiai yang dikader langsung oleh Hadratussyaikh.
Menjadi tangan kanan Kiai Wahid Hasyim saat di Tebuireng; menjadi sekretaris pribadi ketika Kiai Wahid Hasyim menjabat ketua Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
Sejak muda aktif di organisasi NU dan pernah menjabat Wakil Sekretaris Umum PBNU pada periode 1956-1959 yang ketika itu dipimpin oleh KH. Idham Chalid

Dipercaya menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984 dan berduet bersama Gus Dur yang menjabat Ketum tanfidziah
Ungkapan yang mashur mengenai penerimaan NU terhadap Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi,”Ibarat makanan, Pancasila yang sudah kita kunyah selam 36 tahun, kok sekarang dipersoalkan halal dan haramnya.”
Pencetus konsep Ukhwah (persaudaraan); Ukhwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam). Ukhwah Wathaniyah (persaudaraan bangsa). Dan Ukhwah Basyariyah (persaudaraan umat manusia).
